Yuk! Kita Lihat Siapa dan Bagaimana Persiapaan SIHODA ke Turki
09.00CIOFF IndonesiaSimalungun Home Dance atau SIHODA merupakan sanggar seni yang didirkan oleh Laura Tias Avionita Sinaga. SIHODA sendiri berasal dari dari Sumatera Utara, tepatnya di Simalungun. Seperti dengan sanggar tari tradisional lainnya, tarian yang dibawakan oleh SIHODA berfokus pada etnis tidak hanya etnis Simalungun Sumatera Utara, tapi juga etnis lainnya.
Selama 8 tahun berdiri, SIHODA cukup dikenal dikalangan masyarkat Simalungun tidak terkecuali hingga Wali Kota Siantar pun mengetahui mereka. SIHODA sudah sering mengisi acara-acara adat, pernihkahan, dan acara lainnya di daerah asal mereka. Namun, jangan salah sangka kalau SIHODA pun sudah pernah mengikuti festival di luar negeri. Pada tahun 2021, SIHODA menjadi Juara 2 dan mendapatkan The Best Authentic Costume pada TUFAG International Folk Dance Festival dan Folkdance Festival and Golden Carnation Contest di Yalova, Turki.
Sampai disini perkenalan sedikit dengan SIHODA dan persiapaan mereka
untuk kompetisi besok. Semangat untuk SIHODA dan good luck!
Berjumpa Lagi Dengan TIFAF 2022. Konsep Baru?
13.35CIOFF IndonesiaTenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF) merupakan festival seni rakyat yang diadakan di Kutai Kartanegara sudah dari beberapa tahun sebelumnya oleh CIOFF® Indonesia Bersama Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Setelah vakum 2 tahun dikarenakan adanya pandemi, TIFAF 2022 kembali lagi.
![]() |
| Tenggarong International Folk Arts Festival 2022 |
Pada 20-24 Juli TIFAF 2022 akan diselenggarakan dengan tema “Festival Seni Nusantara Untuk Dunia”. Tidak melupakan situasi yang masih cukup rawan setelah pandemi, Dinas Pariwisata Kukar memustukan untuk menggunakan konsep hybrid, dimana festival akan berlangsung secara offline dan online. Dengan konsep yang baru ini, TIFAF 2022 akan tetap melibatkan beberapa negara ditambah dengan 11 Provinsi, 10 Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur, dan 18 Kecamatan di Kutai Kartanegara yang juga akan berpartisipasi dalam TIFAF tahun ini.
Lebih tepatnya akan ada 6 negara lainnya yang akan
berpartisipasi namun dengan situasi pandemi, keenam peserta mancanegara akan ditampilkan
secara virtual dipanggung namun tidak secara langsung, melainkan
menggunakan video tapping yang dikarenakan perbedaan waktu yang cukup
jauh. Sedangkan untuk peserta lokal akan tampil secara langsung diatas panggung
di Kutai Kartanegara. Akan ada beberapa lokasi untuk para peserta tampil di
festival, yaitu Taman Kota Raja, Amphitheater Jemabatan Kutai Kartanegara,
Lapangan Basket Timbau, dan Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang.
Dengan kembalinya TIFAF 2022 diharapkan perkembangkan dan
pelestarian seni dan budaya akan tetap ada. Sampai jumpa di TIFAF 2022!
Pada tanggal 10 April 2022, CIOFF® Indonesia diundang mengikuti acara yang berjudul “ICH Best Practices During Pandemic”. Terdapat delapan negara yang mengikuti kegiatan tersebut termasuk Indonesia. Pada kesempatan tersebut, setiap perwakilan negara mempresentasikan mengenai Warisan Budaya tak Benda yang dimiliki masing-masing.
![]() |
| CIOFF Indonesia |
![]() |
| CIOFF International Facebook Live |
Tarian ini sering dibawakan oleh CIOFF® Indonesia pada festival maupun perlombaan di luar negeri dan selalu mendapatkan standing applause karena keunikan, kemeriahan, dan ketenaran dari setiap gerakan pada tarian ini.
![]() |
| Masyarakat Asing Belajar Tari Saman Bersama CIOFF Indonesia |
Di akhir presentasi, Nadia Vijanti juga mengajarkan sebuah gerakan pada tari Saman yang diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai negara yang bergabung pada kegiatan tersebut. Kegiatan yang berlangsung secara live melalui akun Facebook CIOFF tersebut disaksikan oleh masyarakat dari berbagai negara di dunia.
Belajar Tari Ginjring, Yang Pernah Ditampilkan di DWP 2017, dari Rumah
22.50CIOFF IndonesiaHalo semuanya! Beretemu lagi dengan CIOFF® Indonesia dalam workshop tari yang bekerjasama dengan MULA Indonesia. Online workshop tari ini diadakan pada hari Jumat, 1 April 2022 yang masih melalui Zoom Meeting. Tari yang dibawakan kali ini adalah Tari Ginjring oleh CIOFF® Indonesia.
![]() |
| Poster Workshop, CIOFF Indonesia |
![]() |
| Foto Bersama, CIOFF Indonesia |
Peserta yang mengikuti workshop terlihat sangat bersemangat mempelajari tarian ini, walau hanya dengan waktu yang terbatas para peserta juga terlihat dapat mengikuti dari awal hingga akhir gerakan tarian. Tidak hanya berkesempatan untuk belajar Tari Ginjring ini, mereka yang sudah mengikuti workshop juga mendapatkan e-sertificate dan official merchandise langsung dari CIOFF® Indonesia.
CIOFF® Indonesia berterimakasih kepada MULA Indonesia dan seluruh peserta yang sudah berpartisipasi di workshop kali ini. Sampai bertemu di workshop selanjutnya!
Masih dalam rangkaian mengenalkan pemimpin-pemimpin hebat pada struktur kepengurusan CIOFF® Indonesia yang baru, kali ini ada cerita menarik dari Yovika Wizuraida yang sudah menari selama puluhan tahun! Simak ceritanya disini.
| Steering Committee CIOFF Indonesia |
Menari adalah passion saya sejak kecil. Saat TK, saya mempelajari tarian tradisional untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, saya sering kali menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti berbagai perlombaan tari dan menjadi juara pada berbagai perlombaan tari yang saya ikuti. Ketika saya SMA di Al-Azhar Pusat, saya mengetahui adanya program misi budaya ke luar negeri. Orangtua memberikan support untuk saya mengikuti program misi budaya di tahun 2004. Tidak disangka, tim kami dipercaya untuk ikut kompetisi tari di Buyukcekmece, Turki.
| Yovika Wizuraida Sebagai Representatif Indonesia di Turki |
| Yovika Wizuraida CIOFF Indonesia |
Lea Simanjuntak dan Gianti Giadi dalam Perempuan Berbalut Budaya
11.00CIOFF IndonesiaCIOFF® Indonesia dan MULA Indonesia kembali bekerjasama dalam melaksanakan sebuah webinar. Webinar yang dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2022 ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Webinar yang berjudul Perempuan Berbalut Budaya ini menghadirkan dua orang perempuan hebat sebagai pembicara, yaitu Lea Simanjuntak yang merupakan seorang penyanyi dan Gianti Giadi (Gigi) yang merupakan seorang Artistic Director Gigi Art of Dance.
| Webinar MULA Indonesia x CIOFF® Indonesia |
Di penghujung acara Lea Simanjuntak berpesan, “Cintai dulu budaya kita (Indonesia), ambil sisi positifnya, dan jangan berhenti untuk melestarikan budaya Indonesia.” Sedangkan, Gianti Giadi (Gigi) mengatakan, “Dari bidang apapun yang kita tekuni, budaya adalah kekuatan besar yang kita miliki. Pastinya harus dilestarikan.”
Lebih dari 35 Negara Sudah Raras Tatachi Kunjungi Bersama CIOFF® Indonesia!
17.35CIOFF IndonesiaMasih dalam topik perubahaan struktur pengurusan dari CIOFF® Indonesia yang sebelumnya sudah ada 2 cerita dari Citra Natasya sebagai Head of Youth (baca ceritanya disini) dan Nadia Vijanti sebagai Head of PR (baca ceritanya disini). Sekarang mari kita simak cerita dari Raras Tatachi sebagai Head of Marketing dari CIOFF® Indonesia.
| Steering Committee of CIOFF® Indonesia |
CIOFF® Indonesia adalah rumah dan tempatku berkembang, sejak aku SMP tahun 2007 hingga sekarang sudah berkeluarga dan memiliki anak, CIOFF® Indonesia membawaku ke lebih dari 35 negara di dunia, untuk memperkenalkan keindahan kebudayaan Indonesia.
Dimulai dari menjadi penari, pemusik, pelatih tari untuk misi budaya CIOFF® Indonesia, pelatih tari untuk Workshop CIOFF® Indonesia, choreographer, CIOFF® Representative di International Folklore Festival & Festival Indonesia, Panitia di CIOFF® World Congress Kutai Kartanegara, Panitia di CAN (Culture Appreciation Night), Culture For Peace, Juri utama di Indonesia Menari Bandung dan juga membawa anak muridku menjadi juara di berbagai lomba di Indonesia dan Internasional. Semua itu aku jalani bersama tugas yang diberikan CIOFF® Indonesia sebagai Head Public Relations CIOFF® Indonesia dari tahun 2013 hingga 2022 di member Steering Committee CIOFF® Indonesia.
| Raras Tatachi, CIOFF® Indonesia Representative di International Festival Turki |
Menjadi Head Public Relations CIOFF® Indonesia di era awal social media di Indonesia membuatku bertekad untuk membuat CIOFF® Indonesia dikenal lebih luas melalui media digital. Berawal mengerjakan semua sendiri tanpa tim membuat platform Instagram, Facebook Page, Ask Fm, Twitter dan dilanjutkan dengan tim Public Relation yang luar biasa hebat, membuat kita juga bertambah ke media Blog & Youtube. Dengan kerjasama tim yang solid Social Media CIOFF® Indonesia selalu menjadi akun yang ter-update & paling banyak Instagram followers-nya di bandingkan CIOFF® di negara lain nya.
| Juri utama di Indonesia Menari Bandung. Raras Tatachi, kedua dari kanan |
Sekarang CIOFF® Indonesia memberikan amanat & tantangan baru untuk aku menjadi Head Marketing CIOFF® Indonesia, pengalaman baru but I’m ready! Karena aku mempunyai tim Marketing yang handal & CIOFF® Indonesia merupakan family yang luar biasa hebat.
Harapannya, CIOFF® Indonesia semakin dikenal di dalam & di luar negeri dengan berbagai kegiatan dan ide-ide kreatif untuk mengenalkan kekayaan kebudayaan Indonesia yang dikemas dengan menarik yang pastinya bisa di minati di segala kalangan & usia.
Karena kalau bukan kita siapa lagi?
Hampir 25 Tahun di CIOFF® Indonesia, Mimpi Nadia Vijanti Kini Menjadi Kenyataan.
11.00CIOFF IndonesiaCIOFF® Indonesia baru saja melakukan perubahan pada struktur kepengurusannya. Tahun ini, terdapat 4 orang yang memiliki jabatan baru. Kalau kemarin Citra Natasya sudah bercerita mengenai jabatan barunya sebagai Head of Youth Section (baca ceritanya disini), kali ini Nadia Vijanti yang akan bercerita mengenai pengalamannya selama 24 tahun berada di CIOFF® Indonesia. Yuk, simak ceritanya.
| Steering Comittee CIOFF® Indonesia |
Hi, saya Nadia Vijanti, saat ini menjabat sebagai Head of Public Relation. Sebelum saya menjadi Head of PR, saya ditempatkan di dalam tim Marketing selama kurang lebih 4 tahun. Berada di team Marketing merupakan suatu tantangan baru. Saya pun mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru selama menjadi anggota di tim Marketing, seperti membuat strategi marketing, workshops, webinars dan banyak lagi.
| Nadia Vijanti, Head of Public Relation CIOFF® Indonesia |
Suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari CIOFF® Indonesia dan berada dalam Steering Committee. Sungguh luar biasa perjalanannya. Pada tahun 1997, saya mengikuti misi budaya untuk yang pertama kalinya. Saat itu saya merasa bahwa ‘ini adalah dunia saya’, pengalaman unik yang saya dapatkan dan rasa bangga akan budaya menjadi bertambah. Sejak saat itu, saya ingin turut mengembangkan budaya Indonesia yang beragam, CIOFF® Indonesia adalah wadah terbaik untuk saya mewujudkan keinginan saya.
Mengikuti misi budaya, mengajar tari dan musik tradisional, menjadi koreografer dan CIOFF® representative dalam pengiriman misi budaya menjadi kegiatan saya sejak saat itu, bahkan berpartisipasi dalam CIOFF® World Congress di Kutai Kertanegara. So, 24 years and still counting!!
Menjadi Head of PR di CIOFF® Indonesia bagi saya yang merupakan seorang lulusan Public Relations, it’s like a dream come true. Kedepannya mungkin saya akan menghadapi tantangan dengan perkembangan dunia saat ini, namun saya beruntung karena anggota tim PR sangat solid. Semua saling bekerjasama, sehingga pekerjaan terasa mengalir. Teamwork makes the dream work!!
Banyak harapan saya kedepannya untuk tim PR dan CIOFF® Indonesia. Dengan usaha seluruh member CIOFF® Indonesia yang dipimpin oleh tim PR dalam mempromosikan visi dan misi CIOFF® Indonesia lewat media sosial, saya berharap CIOFF® Indonesia dapat memberikan citra positif baik di dalam dan di luar negeri, baik pada saat menyelenggarakan festival maupun pada saat mengirimkan misi kebudayaan. Bukan hanya tarian dan musik tradisional saja, CIOFF® Indonesia juga mempromosikan semua bentuk budaya yang ada di Indonesia.
Well, persistent is key! Semoga kita semua dapat tetap open minded dan melestarikan budaya Indonesia bersama-sama.
Citra Natasya kembali ke Youth Section setelah 3 tahun
15.00CIOFF IndonesiaSeperti pada artikel sebelumnya kalau CIOFF® Indonesia mengadakan Annual Meeting di hari Minggu kemarin, 6 Februari 2022. Salah satu dari hasil meeting tersebut bahwa ada beberapa perubahan di struktur organisasi bagian Steering Committee, yang pertama ada Citra Natasya.
| Steering Committee of CIOFF® Indonesia |
Sejak pertama kali ikut CIOFF® Indonesia di tahun 2005/2006, saat masih SMA, sudah langsung jatuh hati dengan program CIOFF® Indonesia. Setelah ikut misi budaya dua kali saat SMA dan kuliah, ikut program co-ass, berangkat dengan grup serta ikut Folkloriada, mengatur kongres di Kutai Kartanegara, sampai jadi Steering Committee. Perjalanan bersama CIOFF® Indonesia hampir mengisi sebagian besar hariku, umurku, dan seluruh perjalanan dari SMA. Bayangkan, sekarang sudah umur 31 tahun, memiliki 2 anak, dan sudah berkeluarga, tetap berjalan dengan CIOFF®. Citra Natasya yang sebelumnya menjabat sebagai CIOFF® Indonesia UNESCO Representative sekarang menjabat menjadi CIOFF® Indonesia Head of Youth Section. Ini adalah cerita singkat dari Citra Natasya dengan jabatannya yang baru di CIOFF® Indonesia.
| Youth Meeting di 47th CIOFF® World Congress 2017, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Citra Natasya, ketiga dari kiri baris kedua |
Shifting dari UNESCO Representative ke Head of Youth Section terasa seperti CLBK. Karena sebelumnya juga sudah memegang Youth dari awal adanya Youth Section di Indonesia. Jadi bukan hal baru, namun yang baru adalah challenge-nya dan transfer ilmunya, karena teamnya baru, dan all millennials, jadi memang regenerasi itu perlu.
Selama menjadi Head of Youth sebelumnya, banyak yang pernah dibuat, mulai dari Youth Congress/Meeting di Indonesia, election dan lainnya. Sampai the memorable Video Without Borders, dan segala macam pameran yang memajang sasando. Saat menjabat sebagai UNESCO Representative, menjalin hubungan dengan KNIU (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan). Lalu, juga mengurus Culture for Peace, acara yang juga menjadi perayaan anniversary UNESCO. Pastinya juga workshop all day 8.8 dalam rangka ulang tahun CIOFF® pada 8 Agustus 2020.
I cherish
everything.
Harapannya, CIOFF® Indonesia selalu menjadi rumah untuk ekspresi budaya Indonesia agar terkenal di luar dan juga di negeri sendiri. Saya pun berharap, Youth semakin terdepan dalam menyebarkan visi misi ini. Semakin bisa menggandeng banyak mitra, dan berkolaborasi, membuat konten yang dekat dengan milenial, Karena betul, budaya dan anak muda adalah sama-sama trendsetter jika kita bisa melihat celahnya. Best wishes to us!






_LI.jpg)


